Selasa, 26 Mei 2009
Slank
Awal Karir
Cikal bakal lahirnya Slank adalah sebuah grup bernama Cikini Stones Complex (CSC) bentukan Bimo Setiawan Sidharta (Bimbim) pada awal tahun 80-an. Band ini hanya memainkan lagu-lagu Rolling Stones dan tak mau memainkan lagu dari band lain, alhasil mereka akhirnya jenuh dan menjelang akhir tahun 1983 grup ini dibubarkan.
Bimbim meneruskan semangat bermusik mereka dengan kedua saudaranya Denny dan Erwan membentuk Red Evil yang kemudian berganti nama jadi Slank, sebuah nama yang diambil begitu saja dari cemoohan orang yang sering menyebut mereka cowok selengean dengan personel tambahan Bongky (gitar) dan Kiki (gitar). Kediaman Bimbim di Jl. Potlot 14 jadi markas besar mereka.
Mereka sempat tampil di beberapa pentas dengan membawakan lagu-lagu sendiri sebelum Erwan memutuskan mundur karena merasa tidak punya harapan di Slank. Dengan perjuangan panjang terbentuklah formasi ke-13, Bimbim, Kaka, Bongky, Pay dan Indra, Slank baru solid.
Dengan formasi Bimbim (Drum), Bongky (Bass), Pay (Gitar), Kaka (Vokal) dan Indra (Keyboard) mereka mulai membuat demo untuk ditawarkan ke perusahaan rekaman.
Setelah berulang kali ditolak, akhirnya tahun 1990 demonya diterima dan mulai rekaman debut album Suit-Suit... He He He (Gadis Sexy). Album yang menampilkan hit Memang dan Maafkan itu meledak dipasaran sehingga mereka pun diganjar BASF Award untuk kategori pendatang baru terbaik. Album kedua mereka, Kampungan pun meraih sukses yang sama.
Pada saat menggarap album keenam (Lagi Sedih), Bimbim selaku leader akhirnya memutuskan untuk memecat Bongky, Pay dan Indra. Kaka dan Bimbim tetap menggarap album ke-6 dengan bantuan additional player.
Sebagai gantinya mereka merekrut Ivanka (Bass), Mohamad Ridho Hafiedz (Ridho) dan Abdee Negara (Abdee). Formasi ini bertahan hingga saat ini dan mereka terus melahirkan karya-karya yang menegaskan eksistensi mereka di dunia musik Indonesia.
Narkoba
Terbujuk rayuan teman di Bali 14 tahun lalu, Bimbim—penabuh drum grup musik Slank—dan keponakannya, Kaka—vokalis Slank—pun mencecapi ”obat langit” yang membuat pemakainya melayang-layang dan ketagihan.
Waktu pertama kali mencoba (1994), mereka bilang badan jadi tidak enak. Muntah-muntah. Enek. Tapi kok besok paginya mencari lagi? Itulah putau, sekali pakai orang langsung ketagihan. Maka berlanjutlah ia memakai putau.
Semenjak memakai jenis narkoba ini, Bimbim yang biasanya pendiam, rapi, tak suka teriak-teriak, tiba-tiba berubah. Demikian juga Kaka.
Banyak pengalaman pahit, dari sejak mereka pakai (1994) sampai tahun 1999. Pengalaman di Lubuk Linggau (1998) juga tak terlupakan. Mereka ”kehabisan barang”, sakau. Tidak ada orang jual barang seperti itu di Lubuk Linggau. Bimbim sampai tidak bisa bangun, di kamar. Padahal mereka masih harus melayani wartawan, wawancara. Tinggal Kaka, yang badannya lebih kuat, melayani wartawan, meski dengan susah payah.
Slank membantah anggapan bahwa dengan mengkonsumsi Narkoba seorang seniman bisa lebih kreatif, justru sebaliknya, tanpa menggunakan barang haram tersebut mereka terbukti bisa menghasilkan karya-karya bagus.
"Saat membikin album pertama hingga ketiga, kami belum memakai Narkoba, tapi album itu terbukti paling bagus. Jadi, tanpa Narkoba kami bisa menghasilkan karya yang bagus. Setelah album ketiga, kami menjadi pengguna," ujar Kaka.
Diskografi
Album Studio
1990 - Suit-Suit....Hehehe (Gadis Sexy)
1991 - Kampungan
1993 - Piss
1995 - Generasi Biru
1996 - Minoritas
1996 - Lagi Sedih
1997 - Tujuh
1998 - Mata Hati Reformasi
1999 - 999+09
2001 - Virus
2003 - Satu Satu
2005 - PLUR
2006 - Slankissme
2007 - Slow But Sure
2008 - Slank - The Big Hip
2008 - Anthem For The Broken Hearted
Album Kompilasi
2003 - Bajakan!
Album Live
1998 - Konser Piss 30 Kota
2001 - Virus Roadshow
2004 - Road to Peace
Album Soundtrack
2007 - Original Soundtrack "Get Married"
2009 - Original Soundtrack Generasi Biru
Predksi Final Liga Champion
Banyak orang menantikan dan tidak sabar untuk segera melihat pertandingan super akbar ini. Pertandingan yang akan menyedot perhatian seluruh dunia. Pertandingan yang akan mempertemukan tim yang paling atraktif dalam Liga Champions musim ini. Saya sendiri tidak tahu, berapa keuntungan yang di dapat penyelenggara dari final ini. Sponsor yang berjibun, penonton yang dipastikan memenuhi stadion dan iklan2 di TV yang akan berebutan untuk mendapatkannya.
Banyak sekali data dan fakta dari kehebatan masing2 klub ini. Barcelona merupakan tim paling produktif di Liga champions musim ini. 30 gol sudah dilesakkan. Berarti rata-rata 2.5 gol di setiap pertandingan berhasil diciptakan. Sungguh fantastis. Tengok saja di liga domestik mereka. Barca hampir mencetak 100 gol dalam 1 musim dan kayaknya rekor madrid akan mereka lampaui dengan mencetak lebih dari 100 gol dalam 1 musim. Luar Biasa. Henry, Messi dan Eto’o menjadi trisula paling mematikan saat ini.
Sedangkan MU adalah yang paling kokoh di lini pertahanannya. Duet Vidic dan Ferdinand sungguh telah menjadi momok bagi striker2 di dunia. Dalam perhelatan liga champions musim ini, mereka baru kebobolan 6 gol atau rata-rata 0.5 gol per pertandingan. Wuih,…ngga ada 1 gol. Hanya 0.5 gol. Tapi itu rata2, jadi ga usah dipikir bagaimana sih 0.5 gol itu. Dalam liga domestik pun mereka masuk dalam daftar tim yang paling sedikit kemasukan gol.
Inilah faktanya, penyerang top berhadapan dengan pertahanan yang top. Susah benar kalo diprediksi. Masing2 klub juga merupakan kandidat kuat juara di Liga domestik masing2 negara. Bahkan, Barca minggu lalu kalau tidak ditahan Villareal, tentu sudah menasbihkan diri sebagai juara La Liga. Manchester United masih unggul 3 poin dari Liverpol sebagai runner-up dan mempunyai 1 pertandingan sisa.
Tentu Barca akan berusaha mengulang sejarah AC Milan 2 musim lalu yang dikeroyok 3 tim Inggris di semifinal dan akhirnya Juara. Keberhasilan AC milan ini tentu menjadi semangat tersendiri bagi Messi dkk. Sedangkan bagi MU, mereka akan mencetak rekor dan berusaha memecahkan fakta bahwa juara bertahan tidak bisa menjadi juara lagi di musim berikutnya.
Huh,….semoga pertandingan nanti benar2 menjadi sebuah pertandingan yang menarik dan benar2 menjadi puncak perhelatan Liga Champions musim 08/09 kali ini.
Selasa, 10 Maret 2009

Persatuan Sepak Bola Indonesia Wamena
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Persiwa) Artikel ini perlu dirapikan agar memenuhi standar Wikipedia
Merapikan artikel bisa berupa membagi artikel ke dalam paragraf atau wikifikasi artikel. Setelah dirapikan, tolong hapus pesan ini.
Persiwa Wamena
Nama lengkap Persatuan Sepak bola Indonesia
Wamena
Julukan Badai Pegunungan
Didirikan 1925[1]
Stadion Pendidikan, Wamena
(Kapasitas: 20.000 orang)
Ketua Umum Chris Wopari
Sekretaris Benyamin Arisoi
Bendahara Sri Mulyani
Manajer Nicolas Jigibalom
Pelatih Djoko Susilo
Asisten Pelatih Mahmudiana
Dokter Tim Antonius Simaremare
Liga Liga Indonesia
2008 Liga Super Indonesia
Kostum kandang
Kostum tandang
Persatuan Sepak bola Indonesia Wamena (biasa disingkat: Persiwa) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua. Tim yang dijuluki "Badai Pegunungan" ini memulai debutnya di Liga Utama Indonesia pada Liga Djarum VI, dengan warna kostum hitam hijau. Tim ini berada di Divisi Utama Liga Indonesia sejak musim kompetisi tahun 2006. Pelatihnya adalah Djoko Susilo dan manajer Jhon Banua. Lapangan pertandingannya bernama Lapangan Pendidikan Wamena.
[sunting]
Catatan Kaki
^ Profil Persiwa
Liga Indonesia l • d • s
Liga Super | Divisi Utama | Divisi Satu | Divisi Dua | Divisi Tiga
Liga Super Indonesia 2008
Arema | Bontang PKT |Deltras | Pelita Jaya | Persela | Persib | Persiba | Persija | Persijap
Persik | Persipura | Persita | Persitara | Persiwa | PSIS | PSM | PSMS | Sriwijaya FC
Divisi Utama Liga Indonesia 2008
Wilayah Satu
Mitra Kukar | Persibat Batang | Persih Tembilahan | Persikab Bandung | Persikabo | Persikad | Persikota | Persiraja
Persisam | PSAP Sigli | PSDS Deli Serdang | PSP | PSPS | PSSB Bireun | Semen Padang
Wilayah Dua
Bali FC | Gresik United | Persebaya | Perseman | Persiba | Persibo | Persibom | Persikad
Persidago | Persekabpas | Persema Malang | Persiku Kudus | Persis | PSIM | PSIR | PSS
Musim-musim Divisi Utama Liga Indonesia
1994/1995 | 1995/1996 | 1996/1997 | 1997/1998 | 1998/1999 | 1999/2000 | 2001 | 2002 | 2003 | 2004 | 2005 | 2006 | 2007 | 2008
Divisi Satu Liga Indonesia
Grup Satu
PSBL Langsa | PSLS Lhokseumawe | PSSA Asahan | Persires Rengat | PSKPS Padang Sidempuan | Persidi Idi
Grup Dua
PS Bungo | PSBL Bandar Lampung | PS Banyuasin | PS Palembang | PSBS Bangkinang | Pespessel
Grup Tiga
PPSM Magelang | Persik Kendal | Pro Duta Bandung | PSISra Sragen | Persipur Purwodadi | Pesik Kuningan
Grup Empat
Persipon Pontianak | Persepar Palangkaraya | Persipasi Bekasi | PSB Bogor | PSKS Cilegon | Perserang Serang
Grup Lima
Persipro Probolinggo | Persedikab Kediri | Persikoba Kota Batu | Persebi Boyolali | Persida Sidoarjo | Perseta Tulung Agung
Grup Enam
PSMP Mojokerto | Persiko Kotabaru | PSBI Blitar | Perst Tabanan | Persewangi | Persid Jember
Grup Tujuh
Kendari Utama | Perssin Sinjai | Persemalra Tual | Persipare Parepare | Persipal Palu
Grup Delapan
Persidafon Dafonsoro | Persiram Raja Ampat | PSBS Biak Numfor | Persitoli Tolikara | Persinab Nabire | Yahukimo FC | Persigubin Gunung Bintang

Persatuan Sepak Bola Indonesia Jayapura
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
(Dialihkan dari Persipura Jayapura)
Persipura Jayapura
Nama lengkap Persatuan Sepak bola
Indonesia Jayapura
Julukan Mutiara Hitam
Didirikan 1950
Stadion Mandala,
Jayapura, Indonesia
(Kapasitas: 30.000)
Ketua Umum M.R. Kambu
Sekretaris Iwan Nazaruddin
Bendahara Rudi Maswi
Manajer M.R. Kambu
Pelatih Jacksen Tiago
Asisten Pelatih Rudi Maswi
Dokter Tim dr. Jhon Kambu
Liga Liga Indonesia
2008 Liga Super Indonesia
Kostum kandang
Kostum tandang
Persatuan Sepak bola Indonesia Jayapura (disingkat Persipura Jayapura) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Jayapura, Papua. Prestasi tertingginya dalam kompetisi Liga Indonesia adalah menjuarai Liga Indonesia 2005 setelah di final mengalahkan Persija Jakarta, yang merupakan favorit terkuat juara, dengan skor 3-2. Di era Perserikatan, prestasi Persipura adalah runner-up Divisi Utama (1980) dan dua kali juara Divisi I (1979 dan 1993).Daftar isi [sembunyikan]
1 Daftar Pemain
1.1 Liga Indonesia 2007
1.1.1 Pemain Masuk 2007
1.1.2 Pemain Keluar 2007
1.2 Liga Super 2008
1.2.1 Pemain Masuk 2008
1.2.2 Pemain Keluar 2008
2 Pemain terkenal
3 Referensi
[sunting]
Daftar Pemain
[sunting]
Liga Indonesia 2007No. Posisi Nama pemain
GK Jendri Pitoy
GK Ferdiansyah
DF Ricardo Salampessy
DF Bio Paulin
DF Jack Komboy
DF Victor Igbonefo
MF Ian Louis Kabes
MF M. Bachtiar
MF Imanuel Wanggai
MF Eduard Ivakdalam
No. Posisi Nama pemain
MF David da Rocha
MF Paulo Rumere
MF Heru Nerly
MF Stevi Bonsapia
MF Anton Mahuse
FW Cornelis Kaimu
FW Alberto Goncalves
FW Ernest Jeremiah
FW Cornelis Kaimu
FW Boaz Solossa
[sunting]
Pemain Masuk 2007
Ernest Jeremiah dari klub India
Alberto Goncalves dari klub Brasil
Bio Paulin dari Mitra Kukar
M. Bachtiar dari Mitra Kukar
[sunting]
Pemain Keluar 2007
Korinus Frinkeuw ke Sriwijaya FC
Christian Warobay ke Sriwijaya FC
[sunting]
Liga Super 2008No. Posisi Nama pemain
GK Jendri Pitoy
GK Ferdiansyah
DF Ricardo Salampessy
DF Bio Paulin
DF Jack Komboy
DF Victor Igbonefo
DF Ian Louis Kabes
DF Ortizan Solossa
MF Imanuel Wanggai
MF Eduard Ivakdalam
No. Posisi Nama pemain
MF David da Rocha
MF Paulo Rumere
MF Heru Nerly
MF Gerard Pangkali
MF Stevi Bonsapia
MF Anton Mahuse
FW Cornelis Kaimu
FW Alberto Goncalves
FW Ernest Jeremiah
FW Boaz Solossa
[sunting]
Pemain Masuk 2008
Ortizan Solossa dari Arema Malang
Gerard Pangkalai dari Persija
Febrianto dari PSM Makassar
[sunting]
Pemain Keluar 2008
M. Bachtiar ke Arema Malang[1]

Sriwijaya Football Club
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Sriwijaya FC
Nama lengkap Sriwijaya Football Club
Palembang
Julukan Laskar Wong Kito
Didirikan 2005
Stadion Stadion Jakabaring,
Palembang,
Sumatera Selatan, Indonesia
(Kapasitas: 40.000)
Ketua Umum Syahrial Oesman
Sekretaris H. Musyrif Suwardi
Bendahara Candra Antono
Manajer H. MC. Baryadi, SE, MM
Pelatih Rahmad Darmawan
Asisten Pelatih Setyo Cipto
Dokter Tim Kompol dr. Yanuar, S.pB
Liga Liga Indonesia
2008 Liga Super Indonesia
Kostum kandang
Kostum tandang
Sriwijaya Football Club (disingkat Sriwijaya FC) adalah sebuah klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Palembang. Tim berjuluk Laskar Sriwijaya ini merupakan tim yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan setelah terjadi penjualan opsi kepemilikan dari Persijatim Jakarta Timur[1]. Tim berkostum merah kuning bermotif songket ini memiliki dua kelompok suporter (S- Mania, Singa Mania) yang kemudian digabung menjadi Sumselmania. Sriwijaya FC adalah juara Divisi Utama Liga Indonesia 2007.Daftar isi [sembunyikan]
1 Logo SFC
2 Komponen pendukung
2.1 Stadion Gelora Sriwijaya
2.2 Mess Pertiwi
2.3 Sekretariat SFC
3 Prestasi Sriwijaya FC
4 Daftar Pemain
4.1 Liga Indonesia 2007
4.1.1 Pemain Masuk 2007
4.1.2 Pemain Keluar 2007
4.2 Liga Super 2008
4.2.1 Pemain Masuk 2008
4.2.2 Pemain Keluar 2008
5 Referensi
6 Pranala luar
[sunting]
Logo SFC
Logo berbentuk lingkaran bertuliskan Sumatera Selatan Bersatu Teguh mempunyai arti bahwa Sriwijaya FC dapat di gunakan sebagai salah satu sarana untuk mewujudkan kesatuan yang bulat dari seluruh masyarakat di Provinsi Sumatera Selatan.
[sunting]
Komponen pendukung
Sriwijaya Mania Sumsel (SMS) - Suporter Sriwijaya FC
[sunting]
Stadion Gelora Sriwijaya
Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring yang berkapasitas 40.000 penonton ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Stadion ini juga merupakan stadion terbesar kedua di Indonesia, setelah Stadion Gelora Bung Karno. Stadion ini juga diakui sebagai salah satu stadion terbaik bertaraf internasional.[rujukan?]
[sunting]
Mess Pertiwi
Mess Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang dikelola oleh Dharma Wanita Pemprov Sumsel digunakan sebagai mess para pemain dan staff pelatih, sehingga dapat menekan anggaran kebutuhan tim. Walaupun mess ini terletak di tengah kota, yaitu di Jl. Ba Salim Batubara Sekip Pangkal, tetapi mess ini tetap menimbulkan kesan Asri sehingga menjadi kenyamanan tersendiri bagi tim skuad.
[sunting]
Sekretariat SFC
Sriwijaya FC memiliki sekretariat yang terletak di Kompleks Palembang Square Jl. Angkatan 45 / Kampus POM IX No R 130. Sekretariat ini merupakan bangunan ruko tiga tingkat. Lantai satu digunakan untuk etalase dan pusat penjualan cindera mata Sriwijaya FC. Lantai dua merupakan pusat aktivitas manajemen, sedangkan lantai tiga digunakan sebagai tempat pertemuan/ruang Rapat.
[sunting]
Prestasi Sriwijaya FC
2005 Peringkat 12 Wilayah Barat (Pelatih Henk Wulems, Hery kiswanto, Suimin Diharja)
2006 Peringkat 9 Wilayah Barat (Pelatih Suimin Diharja)
2007 Peringakat 1 Wilayah Barat (Pelatih Rahmad Darmawan)
2008 Juara Liga Indonesia XIII (Pelatih Rahmad Darmawan)
2008 Juara Copa Dji Sam Soe Indonesia III Pelatih Rahmad Darmawan)(double winner pertama dalam sejarah Indonesia)
2008 Rekor MURI sebagai tim pertama di Indonesia yang mampu meraih double winner dalam waktu 1 musim
[sunting]
Daftar Pemain
[sunting]
Liga Indonesia 2007No. Posisi Nama pemain
12 GK Ferry Rotinsulu
23 GK Dede Sulaiman
GK Aprianto
31 DF Carlos Renato Elias
4 DF Charis Yulianto
18 DF Firmansyah
25 DF Isnan Ali
16 DF Benben Barlian
3 DF Syafruddin
24 DF Christian Warobay
22 DF Slamet Riyadi
No. Posisi Nama pemain
7 MF Septariyanto
28 MF Sulaiman Alamsyah Nasution
19 MF AMbrizal
27 MF Eki Nurhakim
29 MF Wijay
6 MF Tony Sucipto
26 MF Donny Fahamsyah
MF Amirul Mukminin
10 MF Zah Rahan Krangar
9 MF Anoure Richard Obiora
17 FW Keith Jerome Gumbs
21 FW Christian Lenglolo
11 FW Korinus Frinkeuw
20 FW Octavianus
5 FW Budi Sudarsono
Selasa, 03 Maret 2009
Puma

Tipe
Publik
Didirikan
1924
Letak
Herzogenaurach, Jerman
Tokoh penting
Rudolf Dassler, Pendiri Jochen Zeitz, CEO
Industri
Olahraga
Produk
Pakaian dan perlengkapan olahraga
Pendapatan
€ 2,755 miliar (2006)
Karyawan
6.831 (2006)
Induk
PPR
Situs
http://www.puma.com/
Perusahaan ini dikenal dalam dunia sepak bola karena menjadi sponsor pemain sepak bola terkenal seperti Pelé, Johan Cruijff, Enzo Francescoli, Diego Maradona, dan Lothar Matthäus. Di Amerika Serikat, Puma terkenal dengan sepatu bola basket kulitnya yang diperkenalkan pada tahun 1968.
Selain sepatu olah raga, Puma juga memproduksi sepatu dan pakaian olah raga yang dirancang oleh perancang busana seperti Lamine Kouyate dan Amy Garbers. Sejak tahun 1996, Puma meningkatkan aktivitasnya di Amerika Serikat, seperti dengan pembelian 25% saham Logo Athletic. Pada tahun 2007, Puma menjadi anak perusahaan dari PPR, sebuah perusahaan holding Prancis.
ISL (Indonesia Super League)
Copa Dji Sam Soe

Melalui turnamen Piala Indonesia, klub-klub dari luar Divisi Utama Liga Indonesia memiliki kesempatan untuk menghadapi klub-klub besar yang selalu menghuni Divisi Utama Liga Indonesia. Bagi klub-klub divisi terendah, merupakan kebanggaan dapat mengukur kemampuan melawan klub-klub besar bahkan menjadi motivasi tersendiri untuk menjadi pembunuh raksasa jika mampu mengalahkan klub-klub dari divisi diatasnya.
Piala Indonesia digelar untuk pertama kalinya pada tahun 2005 dan disponsori PT. HM Sampoerna dengan produk unggulannya yakni Dji Sam Soe, sehingga ajang tersebut dinamakan pula dengan Copa Dji Sam Soe Indonesia 2005. Turnamen Piala Indonesia 2005 melibatkan 92 tim yang terdiri dari 36 klub Divisi Utama, 40 klub Divisi Satu dan 16 klub Divisi Dua.
Format Turnamen
Turnamen Piala Indonesia diselenggarakan dengan menggunakan sistem gugur dengan pola Home and Away atau partai kandang dan tandang mulai babak penyisihan hingga partai semi final. Sementara babak grand final dilangsungkan dalam satu kali dalam pertandingan pamungkas di satu tempat yang pada Final Piala Indonesia 2005 dilaksanakan di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta.
Hadiah dan Penghargaan
Klub yang mampu menjuarai turnamen ini berhak mendampingi juara Liga Indonesia mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia. Ada beberapa penghargaan di turnamen Piala Indonesia, selain dari piala bergilir, yaitu:
Juara : Rp. 1.500.000.000
Peringkat II : Rp. 750.000.000
Peringkat III : Rp. 350.000.000
Pemain terbaik : Rp. 75.000.000
Top Scorer : Rp. 75.000.000
Fair Play Team : Rp. 75.000.000
Best Supporter : Rp. 75.000.000
Stadion Siliwangi Bandung

Nama lengkap
Siliwangi
Lokasi
Jl. Lombok, Bandung, Indonesia
Dibuat
1954
Dibuka
1956
Direnovasi
1976
Pemilik
Kodam III/Siliwangi
Operator
Persib Bandung
Permukaan
Rumput
Pemakai
Persib (1956-sekarang)
Kapasitas
20,000
Adidas
adidas-Salomon AG, juga dikenal sebagai adidas, adalah sebuah perusahaan sepatu Jerman. Perusahaan ini dinamakan atas pendirinya, Adolf (Adi) Dassler, yang mulai memproduksi sepatu pada 1920-an di Herzogenaurach dekat Nuremberg. Rancangan baju dan sepatu perusahaan ini biasanya termasuk tiga strip paralel dengan warna yang sama, dan motif yang sama digunakan sebagai logo resmi adidas.
Rudolf Dassler, adik Adi, mendirikan perusahaan saingan, Puma.
Pada Agustus 2005, adidas mengakuisi rivalnya, Reebok, dalam upaya memperketat persaingan dengan Nike.
Saat jalan-jalan ke mall kadang saya sempatkan diri menengok sepatu-sepatu soccer adidas, saya lihat outsole-nya dan ingatan saya jauh melesat saat-saat saya dulu membuat garis-garis dan lekukan-nya satu-persatu, saat-saat dimarahi bos karena gambar yang kurang akurat, saat-saat lembur sampai malam dikejar deadline.
Sekedar berbagi pengetahuan, agar kalau anda mau membeli sepatu sepakbola tidak salah memilih, di bawah ini adalah pembagian jenis-jenis Adidas Soccer Shoes.
Sepatu sepak bola Adidas berdasarkan tipe lapangan dibagi menjadi 5, yaitu:
1. SoftGround (SG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di lapagan tanah lembek/soft
Sepatu ini memiliki 2 stud belakang(orang-orang sering menyebut pul) dan 7 stud depan
Bahan outsole biasanya dari TPU (plastik) dengan ujung stud berbahan aluminium.
2.Firm Ground (FG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di tanah kekerasan sedang
Memiliki 4 stud belakang dan 9 stud depan
Bahan outsole biasanya dari TPU (plastik)
3.Hard Ground (HG)
Jenis sepatu ini untuk digunakan di tanah keras
Memiliki 4 stud belakang dan 11 stud depan
Bahan outsole biasanya dari rubber (karet) atau TPU yang soft
4.Indoor (IN)
Sepatu ini digunakan untuk lapangan indoor berlantai halus
Tidak memiliki stud
Bahan outsole dari rubber
5.Turf (TF)
Sepatu ini digunakan untuk lapangan indoor dengan rumput buatan
Memiliki stud kecil-kecil banyak
Bahan outsole dari rubber
YSS (Yayasan Suporter Surabaya)

Yayasan Suporter SurabayaMembuat Terobosan Baru Untuk BonekmaniaSulit mencari seorang figur yang sebagian besar hidupnya, dicurahkan untuksenantiasa ber-gaul dan membina suporter cabang olahraga sepakbola. Problemanya,di samping harus bisa ngemong beragam karakter anggota kelompoknya, jugadituntut memiliki dana yang cukup untuk pergaulan.Karena faktor itulah, tidak banyak yang bersedia menerjuni bidang ini. Apalagisering terdengar terjadinya kerusuhan oleh suporter, setelah menyaksikan timkesayangannya kalah atas lawannya.Tetapi bagi Ketua Yayasan Suporter Surabaya (YSS) Wastomi Suhari (53), bergauldengan suporter dianggap memiliki seni pergaulan tersendiri. Meskipun dirinyapernah menjual rumah dan mobilnya, untuk kepentingan suporter pada PersatuanSepakbola Surabaya (Persebaya), namun tidak pernah membuat dirinya jera.Suporter Persebaya yang populer dengan julukan bonek (bermodalkan tekad) mania,bisa sampai di Jakarta, Semarang atau kota-kota lainnya di Pulau Jawa, hanyamembawa Rp 20 ribu. Uang sebesar itu digunakan untuk makan, sedangkantransportasi dilakukan dengan cara numpang truk atau kereta api dan biaya masukstadion dilakukan dengan cara menyerobot.''Saya mengakui cara-cara bonek tadi masih ada. Namun saya bertekad, untukmengurangi hal-hal yang kurang baik ini,'' kata Wastomi dalam perbincangandengan Pembaruan di Surabaya, akhir pekan lalu.Tiga KelompokBonekmania di Surabaya terbagi menjadi tiga kelompok, pertama Bonek terkordinasimelalui kordinator wilayah (korwil). Kelompok ini lebih terarah dalam memberidukungan. Meskipun tim yang didukung kalah, tetapi tidak pernah marah danberbuat anarkis.Kedua, Bonek super fanatik. Kelompok ini selalu memaksakan Persebaya harusmenang. Sedangkan ketiga, kelompok pembuat kisruh. Kumpulan para jambret dancopet ini, selalu menginginkan pertandingan berakhir kisruh baik timnya menangmaupun kalah. Apabila kisruh mereka bisa memanfaatkan kesempatan dalam situasikacau.Anggota kelompok terakhir ini tidak banyak. Tetapi satu orang bisa mempengaruhiratusan suporter. Guna membatasi ruang gerak mereka, korwil-korwil Bonekmaniadiminta mengawasi gerak gerik mereka. Melalui cara ini dikatakan Wastomi, merekarisih sendiri.Citra SuporterCitra Bonekmania pada dua kompetisi divisi utama Perserikatan Sepakbola SeluruhIndonesia (PSSI) terakhir, dikatakan Wastomi lebih bagus. Ketika Persebayamelakoni partai tandang, tidak banyak suporter yang nekad mendukungnya. Initerjadi setelah pembentukan korwil berjalan lancar.Saat sekarang sudah tercatat sebanyak 150 korwil. Satu korwil sekurang-kurangnyamemiliki 25 anggota, bahkan jumlah anggotanya ada yang mencapai 300 orang. Bagimereka yang tercatat sebagai anggota diberi tiket dengan harga khusus Rp 10 ribudi kandang.Menurut Wastomi, semakin banyak korwil yang tersebar di kampung-kampungSurabaya, maka suporter nekad lambat laun akan habis, sekalipun nantinyasuporter Persebaya tetap akan menggunakan nama Bonekmania.Diakui Wastomi, meskipun Bonekmania dikenal nekad tetapi tidak ada yang membawasenjata tajam. Berbeda dengan suporter lainnya di luar Surabaya, mengusirsuporter tamu dengan cara mengayun-ayunkan senjata tajam.Guna mendatangkan penghasilan bagi Bonekmania, Wastomi yang mantan pengayuhbecak dan sekarang menjadi Ketua Paguyuban Becak Surabaya ini, memproduksi 2.000keping kaset vcd berisi lagu-lagu Persebaya, dengan latar belakang pertandinganserta aksi kreativitas Bonekmania ketika mendukung tim kebanggaan Arek-ArekSuroboyo.Setelah penjualan kaset vcd sukses, akan disusul dengan memproduksi atributPersebaya, mulai dari sal, ikat kepala, PIN Persebaya/ Bonekmania, kaos sampaijaket. Atribut dan kaset vcd tersebut banyak diburu suporter tamu yang datang keSurabaya, ketika mereka datang untuk mendukung tim kesayangan di Stadion Gelora10 Nopember, Tambaksari, Surabaya.''Banyaknya permintaan tersebut, membuat kami tergerak untuk segeramemproduksinya. Keuntungan dari penjualan souvenir untuk kepentinganBonekmania,'' kata pria kelahiran Malang, yang sejak seusia delapan tahun sudahmenjadi bonek di Surabaya ini.Kecintaan Wastomi dengan Bonekmanianya terhadap Persebaya, pernah diwujudkandengan memborong seluruh partai kandang senilai Rp 1,1 miliar. Uang sebesar itudari hasil penjualan tanah dan rumah bahkan mobil pribadinya.Karena prestasi Persebaya tidak bagus waktu itu, membuat penonton engganmenyaksikan langsung. Dampaknya total pendapatan partai kandang hanya Rp 700juta dan akibatnya Wastomi yang juga Ketua DPC Organda Surabaya ini menderitarugi Rp 400 juta.Kecintaan lain yang diwujudkan dia adalah berupa pemberian subsidi kepadaBonekmania yang akan mendukung tim kesayangannya saat bertanding di luar kotaSurabaya. Subsidi yang diberikan untuk partai tandang rata-rata Rp 2 juta.Diberangkatkannya suporter secara resmi itu, guna menepis suara negatif yangdiarahkan kepada Bonekmania.''Yang menggembirakan buat saya, panitia pertandingan kandang Persebaya, tahunini mengajak Bonekmania menjadi anggota panitia. Mereka mendapat uangkehormatan, tentu untuk tambahan pendapatannya,'' ujar Wastomi.Adanya wacana untuk pembinaan suporter hendaknya menggunakan anggaran pendapatandan belanja daerah (APBD) II Surabaya, Wastomi menyambut baik dan menyatakansudah waktunya pemerintah kota ambil bagian. Masalahnya Persebaya telah menjadiikon Kota Surabaya.
Green Shop
Pendiri
1. H. La Nyala M. Mattalitti
2. Wastomi Suhari
3. Noegroho Agus Hardjito
4. Baptis Sugiharto
5. Moch. Jusron Chamim
6. Hasan
7. Subroto
Didirikan
Kamis, 03 Nopember 1994 di Surabaya
Alamat
Jl. Simpang Dukuh No. 01 Surabaya
Telepon / Faximile
031 5472920
Visi dan Misi Organisasi
1. Memberikan pembinaan kepada suporter
2. Memberikan dukungan terhadap kemajuan olahraga
3. Membantu menjaga ketertiban dan keamanan pertandingan olahraga
Organisasi Binaan Yayasan Suporter Surabaya
1. Bonek Fanatik Suporter Surabaya ( B-Faster’s)
o Bertujuan untuk melakukan pembinaan & pengembangan suporter terutama dlm bidang kreatifitas
o Mensosialisasikan kepada suporter untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam pertandingan
o Membantu penyelenggaraan event olah raga di Surabaya
2. Green Shop Marchandise
o Merupakan sebuah unit usaha yang didirikan YSS dalam menyediakan marchandise serta atribut aksesoris suporter untuk diperlukan dalam menunjang kreatifitas suporter
3. Bonek Motor Surabaya (BOM’S)
o Organisasi ini bertujuan untuk mengembangkan kreatifitas suporter terutama yang hobi dengan motor, selain itu untuk membantu menjaga dan mengkoordinir ketertiban dan keamanan lalu lintas bagi suporter yang menggunakan kendaraan bermotor ketika menuju tempat pertandingan.
4. Bonek Futsal
o Bagi suporter penggemar olah raga futsal disini adalah tempat pembinaan mereka. Dari sinilah terbentuk TIM FUTSAL BONEK yang dipersiapkan untuk mengikuti even pertandingan Futsal yang diadakan di Indonesia. Banyak prestasi yang diraih oleh tim ini baik di level lokal maupun nasional.
Anti Anarki
Sayangnya, dua tokoh teras yang diagendakan menghadiri acara Silaturahmi Indonesia Damai 2 berhalangan hadir, yaitu Kapolri Bambang Hendarso dan Menegpora Adhyaksa Dault. Sebagai narasumber adalah Haruna Sumitro (Ketua Pengda PSSI Jatim), Sudrajat dan Wafid Muharam (perwakilan Menegpora dan Mendagri), Peni Suparto (Walikota Malang), Sujud Pribadi (Bupati Malang), dan Anto Baret (tokoh Aremania).
Dalam dialog kurang lebih satu jam di Hall Lantai 3 Mal Olympic Garden (MOG) tersebut, banyak dibahas masalah pendanaan sepakbola Indonesia serta menyoroti kinerja wasit yang akhir-akhir ini kerap memicu terjadinya kekerasan dan kerusuhan di sepakbola nasional. Walikota Malang Peni Suparto mengharapkan APBD kembali dikucurkan untuk menghidupi sepakbola karena menurutnya sepakbola merupakan olahraga rakyat. Hal senada juga diungkapkan hampir sebagian audiens (suporter) yang ikut berdialog, seperti Imron dari YSS Bonek, perwakilan Gengster Jember, dan Semen Padang.
Ketua Pengda PSSI Jatim, Haruna Sumitro, menyoroti masalah wasit hingga isu suap yang kerap melanda korps baju hitam tersebut. Terkait pendanaan, Haruna Sumitro juga mengharapkan pemerintah merevisi Permendagri agar dana APBD bisa kembali digunakan untuk sepakbola, dimana menurutnya saat ini mayoritas klub plat merah terlilit masalah finansial.
Pendapat berbeda dikemukakan Ovan Tobing, bukan atas nama Aremania, melainkan suporter Indonesia. OT -sapaan akrabnya- mereview kembali mengapa Liga Super Indonesia bergulir atas lisensi dari AFC sebagai kepanjangtanganan FIFA, hal tersebut dikarenakan visi misi AFC ke depan untuk menjadikan sepakbola sebagai sebuah industri yang dibangun atas dasar profesionalisme. Selama klub-klub masih menggantungkan diri kepada dana pemerintah, maka profesionalisme akan sulit dibentuk, begitu juga dengan sepakbola industri.
Sudrajat dari perwakilan Menegpora berjanji akan membawa persoalan pendanaan dan hasil pembicaraan dari dialog tersebut langsung ke Menegpora. Sudrajat juga menjelaskan Menegpora memberikan perhatian yang besar bagi sepakbola, namun pemerintah juga mengalokasikan dana untuk cabang olahrag yang lain, meliputi lebih dari 100 cabang olahraga. Pada sore hari, di Stadion Gajayana hadir pula manajer Persebaya Surabaya, Indah Kurnia dan pelatih Persema Malang, Subangkit.
Beberapa kelompok suporter yang hadir diantaranya adalah: Aremania dan Ngalamania sebagai tuan rumah, Gengster (Persid Jember), The Lassak (Persekabpas Pasuruan), YSS Bonek (Persebaya Surabaya), Jinggomania (Persipro Probolinggo), YSB Blitar (PSBI Blitar), Benteng Viola (Persita Tangerang), Ultras Gresik (Gresik United), Deltamania (Deltras Sidoarjo), Banaspati, Persipon Pontianak, Kabomania (Persikabo Bogor), Slemania (PSS Sleman), Persiku Kudus, Pasoepati (Persis Solo), Paner Biru (PSIS Semarang), Persim Maros, Paserbumi (Persiba Bantul), Singo Lodro, Balafans Lampung, Persigo Gorontalo, Semen Padang, Laros Banyuwangi (Persewangi), Pusamania, PFC Balikpapan, Balistik, Persipur Purwodadi, Jakmania (Persija).
Pada akhir acara dialog, Anto Baret memimpin pembacaan Ikrar Suporter Damai Indonesia yang diikuti oleh seluruh undangan suporter yang hadir.
Kami suporter Indonesia,
menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas, anti rasialis dan anti anarkis.
Kami suporter Idonesia,
bersatu, bersama, bersaudara, dengan semangat satu jiwa
Kami suporter Indonesia,
siap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa
Selasa, 17 Februari 2009
Persib Bandung
Persib Bandung
Nama lengkap Persatuan Sepak Bola
Indonesia Bandung
Julukan Maung Bandung
Pangeran Biru
Didirikan 14 Maret 1933
Stadion Siliwangi
Bandung
Indonesia
(Kapasitas: 20,000)
Pemilik Kota Bandung
Ketua Dada Rosada
Manajer Jaya Hartono
Liga Liga Super Indonesia
2007-08 Divisi Utama, ke-5
Sejarah
Sebelum bernama Persib, di Kota Bandung berdiri Bandoeng Inlandsche Voetbal Bond (BIVB) pada sekitar tahun 1923. BIVB ini merupakan salah satu organisasi perjuangan kaum nasionalis pada masa itu. Tercatat sebagai Ketua Umum BIVB adalah Mr. Syamsudin yang kemudian diteruskan oleh putra pejuang wanita Dewi Sartika, yakni R. Atot.
Atot ini pulalah yang tercatat sebagai Komisaris daerah Jawa Barat yang pertama. BIVB memanfaatkan lapangan Tegallega didepan tribun pacuan kuda. Tim BIVB ini beberapa kali mengadakan pertandingan diluar kota seperti Yogyakarta dan Jatinegara Jakarta.
Pada tanggal 19 April 1930, BIVB bersama dengan VIJ Jakarta, SIVB (Persebaya), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran PSSI dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. BIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh Mr. Syamsuddin. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. BIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1933 meski kalah dari VIJ Jakarta.
BIVB kemudian menghilang dan muncul dua perkumpulan lain yang juga diwarnai nasionalisme Indonesia yakni Persatuan Sepak bola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetball Bond (NVB). Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib yang kemudian memilih Anwar St. Pamoentjak sebagai Ketua Umum. Klub- klub yang bergabung kedalam Persib adalah SIAP, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi.
Persib Bandung Ketika Tampil di Piala Persija
Persib Bandung berhasil menjuarai Piala Persija tahun 1991
Starting Eleven Persib ketika bertanding di babak "6 Besar" Kompetisi Perserikatan 1989/1990
Republika:The Dream Team
Persib kembali masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1934, dan kembali kalah dari VIJ Jakarta. Dua tahun kemudian Persib kembali masuk final dan menderita kekalahan dari Persis Solo. Baru pada tahun 1937, Persib berhasil menjadi juara kompetisi setelah di final membalas kekalahan atas Persis.
Di Bandung pada masa itu juga sudah berdiri perkumpulan sepak bola yang dimotori oleh orang- orang Belanda yakni Voetbal Bond Bandung & Omstreken (VBBO). Perkumpulan ini kerap memandang rendah Persib. Seolah- olah Persib merupakan perkumpulan "kelas dua". VBBO sering mengejek Persib. Maklumlah pertandingan- pertandingan yang dilangsungkan oleh Persib dilakukan di pinggiran Bandung—ketika itu—seperti Tegallega dan Ciroyom. Masyarakat pun ketika itu lebih suka menyaksikan pertandingan yang digelar VBBO. Lokasi pertandingan memang didalam Kota Bandung dan tentu dianggap lebih bergengsi, yaitu dua lapangan di pusat kota, UNI dan SIDOLIG.
Persib memenangkan "perang dingin" dan menjadi perkumpulan sepak bola satu-satunya bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya. Klub-klub yang tadinya bernaung dibawah VBBO seperti UNI dan SIDOLIG pun bergabung dengan Persib. Bahkan VBBO (sempat berganti menjadi PSBS sebagai suatu strategi) kemudian menyerahkan pula lapangan yang biasa mereka pergunakan untuk bertanding yakni Lapangan UNI, Lapangan SIDOLIG (kini Stadion Persib), dan Lapangan SPARTA (kini Stadion Siliwangi). Situasi ini tentu saja mengukuhkan eksistensi Persib di Bandung.
Ketika Indonesia jatuh ke tangan Jepang. Kegiatan persepak bolaan yang dinaungi organisasi lam dihentikan dan organisasinya dibredel. Hal ini tidak hanya terjadi di Bandung melainkan juga di seluruh tanah air. Dengan sendirinya Persib mengalami masa vakum. Apalagi Pemerintah Kolonial Jepang pun mendirikan perkumpulan baru yang menaungi kegiatan olahraga ketika itu yakni Rengo Tai Iku Kai.
Tapi sebagai organisasi bernapaskan perjuangan, Persib tidak takluk begitu saja pada keinginan Jepang. Memang nama Persib secara resmi berganti dengan nama yang berbahasa Jepang tadi. Tapi semangat juang, tujuan dan misi Persib sebagai sarana perjuangan tidak berubah sedikitpun.
Pada masa Revolusi Fisik, setelah Indonesia merdeka, Persib kembali menunjukkan eksistensinya. Situasi dan kondisi saat itu memaksa Persib untuk tidak hanya eksis di Bandung. Melainkan tersebar di berbagai kota, sehingga ada Persib di Tasikmalaya, Persib di Sumedang, dan Persib di Yogyakarta. Pada masa itu prajurit-prajurit Siliwangi hijrah ke ibukota perjuangan Yogyakarta.
Baru tahun 1948 Persib kembali berdiri di Bandung, kota kelahiran yang kemudian membesarkannya. Rongrongan Belanda kembali datang, VBBO diupayakan hidup lagi oleh Belanda (NICA) meski dengan nama yang berbahasa Indonesia Persib sebagai bagian dari kekuatan perjuangan nasional tentu saja dengan sekuat tenaga berusaha menggagalkan upaya tersebut. Pada masa pendudukan NICA tersebut, Persib didirikan kembali atas usaha antara lain, dokter Musa, Munadi, H. Alexa, Rd. Sugeng dengan Ketua Munadi.
Perjuangan Persib rupanya berhasil, sehingga di Bandung hanya ada satu perkumpulan sepak bola yakni Persib yang dilandasi semangat nasionalisme. Untuk kepentingan pengelolaan organisasi, decade 1950-an ini pun mencatat kejadian penting. Pada periode 1953-1957 itulah Persib mengakhiri masa pindah-pindah sekretariat. Walikota Bandung saat itu R. Enoch, membangun Sekretariat Persib di Cilentah. Sebelum akhirnya atas upaya R. Soendoro, Persib berhasil memiliki sekretariat Persib yang sampai sekarang berada di Jalan Gurame.
Pada masa itu, reputasi Persib sebagai salah satu jawara kompetisi perserikatan mulai dibangun. Selama kompetisi perserikatan, Persib tercatat pernah menjadi juara sebanyak empat kali yaitu pada tahun 1961, 1986, 1990, dan pada kompetisi terakhir pada tahun 1994. Selain itu Persib berhasil menjadi tim peringkat kedua pada tahun 1950, 1959, 1966, 1983, dan 1985.
Keperkasaan tim Persib yang dikomandoi Robby Darwis pada kompetisi perserikatan terakhir terus berlanjut dengan keberhasilan mereka merengkuh juara Liga Indonesia pertama pada tahun 1995. Persib yang saat itu tidak diperkuat pemain asing berhasil menembus dominasi tim tim eks galatama yang merajai babak penyisihan dan menempatkan tujuh tim di babak delapan besar. Persib akhirnya tampil menjadi juara setelah mengalahkan Petrokimia Putra melalui gol yang diciptakan oleh Sutiono Lamso pada menit ke-76. Persib juga pernah menjamu klub-klub dunia seperti AC Milan
Sayangnya setelah juara, prestasi Persib cenderung menurun. Puncaknya terjadi saat mereka hampir saja terdegradasi ke Divisi I pada tahun 2003. Beruntung, melalui drama babak playoff, tim berkostum biru-biru ini berhasil bertahan di Divisi Utama.
Sebagai tim yang dikenal tangguh, Persib juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Risnandar Soendoro, Nandar Iskandar, Adeng Hudaya, Heri Kiswanto, Adjat Sudradjat, Yusuf Bachtiar, Dadang Kurnia, Robby Darwis, Budiman, Nuralim, Yaris Riyadi hingga generasi Erik Setiawan merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persib.
Gelora 10 November
Foto udara Gelora 10 November Surabaya.
Sisi depan Gelora 10 November Surabaya
Kota : Surabaya, Jawa Timur
Didirikan :
Kandang : Persebaya Surabaya (Divisi Utama)
Kapasitas : 30.000 Penonton
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : C+
Event Besar - PON VII 1969 Jawa Timur
Sejarah Singkat
Stadion Gelora 10 November merupakan stadion sepakbola yang berada di daerah Tambaksari, Kota Surabaya. Stadion ini merupakan markas dari klub legendaris juara dua kali Liga Indonesia Divisi Utama, Persebaya Surabaya.Stadion kebanggaan arek - arek Suroboyo ini lebih sering dipergunakan untuk menggelar pertandingan sepak bola. Stadion berkapasitas untuk 40.000 orang ini merupakan markas dari tim besar Surabaya, Persebaya Surabaya.
Stadion ini menjadi salah satu stadion penyelenggara Babak 8 Besar Divisi Utama Liga Indonesia 2007 yang terdadak, karena terjadinya perpindahan penyelenggaraan dari Stadion Brawijaya ke Stadion Gelora Delta dan akhirnya terjadi kekosongan tempat penyelenggara untuk menggelar secara bersamaan pertandingan di hari pertandingan terakhir.
Kondisi Sekarang
Tribun : C+
Fasilitas : C+
Rumput : C
Drainase : C
Penerangan : B
Papan Skor : B
Kondisi : C
Animo penonton (Bonek) datang ke stadion menyaksikan pertandingan tuan rumah Persebaya Surabaya sangat bagus rata-rata 70% kapasitas stadion.
Selasa, 10 Februari 2009
Persatuan Sepak Bola Surabaya
Surabaya
Julukan : Bajul Ijo atau Green Force
Didirikan 1927
Stadion : Gelora 10 November,
Surabaya, Indonesia
(Kapasitas: 30.000)
Manajer : Indah Kurnia
Pelatih : Arcan Iury
Liga : Divisi Utama
2007 Divisi Utama (1)
Persatuan Sepak bola Surabaya (disingkat Persebaya) adalah sebuah tim sepak bola Indonesia yang berbasis di Surabaya, Jawa Timur, Indonesia. Persebaya pada musim 2006 bermain di Divisi Satu Liga Indonesia.
Suporter Persebaya dikenal sebagai bonek (bondo nekat) dengan paradigma baru Para bonek terkenal akan dukungannya yang luar biasa sebagaimana kelompok suporter lain. Bonek biasa pergi ke stadion dengan bekal cukup, walaupun ke kandang lawan. Bonek biasa pula menghadang kereta api yang searah dengan tujuan berangkat meskipun menghadang tapi membayar dengan uang kontan.
Sejarah
Persebaya didirikan oleh Paijo dan M. Pamoedji pada 18 Juni 1927. Pada awal berdirinya, Persebaya bernama Soerabhaiasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB). Pada saat itu di Surabaya juga ada klub bernama Sorabaiasche Voebal Bond (SVB), bonden (klub) ini berdiri pada tahun 1910 dan pemainnya adalah orang-orang Belanda yang ada di Surabaya.
Pada tanggal 19 April 1930, SIVB bersama dengan VIJ Jakarta, BIVB Bandung (sekarang Persib Bandung), MIVB (sekarang PPSM Magelang), MVB (PSM Madiun), VVB (Persis Solo), PSM (PSIM Yogyakarta) turut membidani kelahiran Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dalam pertemuan yang diadakan di Societeit Hadiprojo Yogyakarta. SIVB dalam pertemuan tersebut diwakili oleh M. Pamoedji. Setahun kemudian kompetisi tahunan antar kota/perserikatan diselenggarakan. SIVB berhasil masuk final kompetisi perserikatan pada tahun 1938 meski kalah dari VIJ Jakarta.
Ketika Belanda kalah dari Jepang pada 1942, prestasi SIVB yang hampir semua pemainnya adalah pemain pribumi dan sebagian kecil keturunan Tionghoa melejit dan kembali mencapai final sebelum dikalahkan oleh Persis Solo. Akhirnya pada tahun 1943 SIVB berganti nama menjadi Persibaja (Persatuan Sepak Bola Indonesia Soerabaja). Pada era ini Persibaja diketuai oleh Dr. Soewandi. Kala itu, Persibaja berhasil meraih gelar juara pada tahun 1950, 1951 dan 1952.
Tahun 1960, nama Persibaja dirubah menjadi Persebaya (Persatuan Sepak Bola Surabaya). Pada era perserikatan ini, prestasi Persebaya juga istimewa. Persebaya adalah salah satu raksasa perserikatan selain PSMS Medan, PSM Makassar, Persib Bandung maupun Persija Jakarta. Dua kali Persebaya menjadi kampiun pada tahun 1978 dan 1988, dan tujuh kali menduduki peringkat kedua pada tahun 1965, 1967, 1971, 1973, 1977, 1987, dan 1990.
Prestasi gemilang terus terjaga ketika PSSI menyatukan klub Perserikatan dan Galatama dalam kompetisi bertajuk Liga Indonesia sejak 1994. Persebaya merebut gelar juara Liga Indonesia pada tahun 1997. Bahkan Persebaya berhasil mencetak sejarah sebagai tim pertama yang dua kali menjadi juara Liga Indonesia ketika pada tahun 2005 Green Force kembali merebut gelar juara. Kendati berpredikat sebagai tim klasik sarat gelar juara, Green Force juga sempat merasakan pahitnya terdegradasi pada tahun 2002 lalu. Pil pahit yang langsung ditebus dengan gelar gelar juara Divisi I dan Divisi Utama pada dua musim selanjutnya.
[sunting]
Pemain-pemain terkenal
Persebaya juga dikenal sebagai klub yang sering menjadi penyumbang pemain ke tim nasional Indonesia baik yunior maupun senior. Sederet nama seperti Abdul Kadir, Rusdy Bahalwan, Rudy Keltjes, Didiek Nurhadi, Soebodro, Riono Asnan, Yusuf Ekodono, Syamsul Arifin, Subangkit, Mustaqim, Eri Irianto, Bejo Sugiantoro, Anang Ma'ruf, Hendro Kartiko, Uston Nawawi, Chairil Anwar, dan Mursyid Effendi merupakan sebagian pemain timnas hasil binaan Persebaya.
Salah satu yang cukup dikenang adalah Eri Irianto, pemain timnas era 1990-an yang meninggal dunia pada tanggal 3 April 2000 setelah tiba tiba menderita sakit saat Persebaya menghadapi PSIM Yogyakarta dalam pertandingan Divisi Utama Liga Indonesia 1999/2000. Eri Irianto meninggal di rumah sakit pada malam harinya. Nama Eri kemudian dipakai sebagai nama Wisma/Mess Persebaya yang diresmikan pada tanggal 25 April 1993.
[sunting]
Kejadian kontroversial
Selain itu, dalam perjalanannya, Persebaya beberapa kali mengalami kejadian kontroversial. Saat menjuarai Kompetisi Perserikatan pada tahun 1988, Persebaya pernah memainkan pertandingan yang terkenal dengan istilah "sepak bola gajah" karena mengalah kepada Persipura Jayapura 0-12, untuk menyingkirkan saingan mereka PSIS Semarang yang pada tahun sebelumnya memupuskan impian Persebaya di final kompetisi perserikatan. Taktik ini setidaknya membawa hasil dan Persebaya berhasil menjadi juara perserikatan tahun 1988 dengan menyingkirkan PSMS 3 - 1
Pada Liga Indonesia 2002, Persebaya melakukan aksi mogok tanding saat menghadapi PKT Bontang dan diskors pengurangan nilai. Kejadian tersebut menjadi salahsatu penyebab terdegradasinya Persebaya ke divisi I. Tiga tahun kemudian atau tahun 2005, Persebaya menggemparkan publik sepak bola nasional saat mengundurkan diri pada babak delapan besar sehingga memupuskan harapan PSIS dan PSM untuk lolos ke final. Atas kejadian tersebut Persebaya diskors 16 bulan tidak boleh mengikuti kompetisi Liga Indonesia.Namun, skorsing diubah direvisi menjadi hukuman degradasi ke Divisi I Liga Indonesia.
Kontroversi yang lain adalah pemerkosaan yang dilakukan oleh pemain Persebaya terhadap seorang gadis bernama Yuli. Pemain Persebaya yang berinisial AL itu memperkosa gadis yang menjadi fans Persabaya di rumah kostnya. Akibat kejadian itu, AL dihukum larangan bertanding seumur hidup.
[sunting]
Prestasi
[sunting]
Perserikatan
1938 - Runner-up, kalah dari VIJ Jakarta
1942 - Runner-up, kalah dari Persis Solo
1950 - Juara, menang atas Persib Bandung
1951 - Juara, menang atas Persija Jakarta
1952 - Juara, menang atas Persija Jakarta
1965 - Runner-up, kalah dari PSM Ujungpandang (sekarang PSM Makassar)
1967 - Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1971 - Runner-up, kalah dari PSMS Medan
1973 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1977 - Runner-up, kalah dari Persija Jakarta
1978 - Juara, menang atas PSMS Medan
1981 - Runner-up, kalah dari Persiraja Banda Aceh
1987 - Runner-up, kalah dari PSIS Semarang
1990 - Runner-up, kalah dari Persib Bandung
[sunting]
Liga Indonesia
1994/1995 - Posisi ke-9, Wilayah Timur
1995/1996 - Posisi ke-7, Wilayah Timur
1996/1997 - Juara
1997/1998 - dihentikan
1998/1999 - Runner-up
1999/2000 - Posisi ke-6, Wilayah Timur
2001 - ?
2002 - Degradasi ke Divisi Satu
2003 - Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2004 - Juara
2005 - Mundur dalam babak 8 besar (awalnya diskorsing dua tahun, namun dikurangi menjadi 16 bulan, dan kemudian dikurangi lagi menjadi degradasi ke Divisi Satu)
2006 - Juara Divisi Satu, Promosi ke Divisi Utama
2007 - Posisi ke-14, Wilayah Timur (Tidak lolos ke Super Liga)
2008 - ?
[sunting]
Liga Champions Asia
1998 - Babak pertama (masih bernama Piala Champions Asia)
2005 - Babak pertama















.jpg)